Propolis

Propolis atau Lem Lebah adalah suatu zat yang dihasilkan oleh lebah madu. Dikumpulkan oleh lebah dari pucuk daun-daun yang muda untuk kemudian dicampur dengan air liurnya, digunakan untuk menambal dan mensterilkan sarang. Propolis bersifat disinfektan (anti bakteri) yang membunuh semua kuman yang masuk ke sarang lebah. lebah meliputi sarangnya dengan propolis untuk melindungi semua yang ada didalam sarang tersebut dari serbuan kuman, virus, atau bakteri, misal: ratu lebah, telur, bayi lebah dan madu. Sifat disinfektan alami yang terkandung dalam propolis sangat ampuh dalam membunuh kuman, terbukti dengan ditemukannya seekor tikus dalam sarang lebah yang telah mati selama kurang lebih 5 tahun dalam keadaan tidak membusuk.

Kegunaan

Kegunaan Propolis bagi manusia adalah :

Pendapat para Ahli

Berikut adalah pendapat para ahli tentang propolis dan kegunaan lain :

  1. John Diamond MD; propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem imunitas tubuh.
  2. Ray Kupinsel; propolis sebagai anti biotik alami yang mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping
  3. Profesor Arnold Becket; propolis mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.
  4. Russia Research Team (Tim Riset Rusia); Dalam propolis terdapat zat anti biotik alami dan anti viral, vitamin, asam amino, mineral yang sangat mujarab untuk penyakit mulut, tenggorokan.
  5. Dr. Fang Chu (dokter di Lien Yu Kang Hospital Tiongkok); propolis berguna untuk penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan untuk penyakit jantung.
  6. Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991; dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.
  7. Majalah anti biotik VP Kivalkina; propolis sangat efektif untuk infeksi tanpa batas kadaluwarsa.

Sumber: Propolis

Popularity: 12%

Obat Bronkhitis Sebabkan Serangan Jantung

Ada dua belas obat lagi yang masuk kategori berbahaya dalam minggu ini. Dua belas obat tersebut sebelumnya termasuk kategori ‘aman’ dan banyak diresepkan dokter untuk penderita bronkhitis akut. Menurut hasil temuan terakhir, obat-obat tersebut dapat mengakibatkan serangan jantung.

Para ilmuwan telah melakukan tujuh belas penelitian terhadap 14.783 pasien yang mengkonsumsi tiotropium atau ipratropium dengan pengobatan COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) lain selama jangka waktu antara enam minggu hingga lima tahun. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa 1,8% dari pasien yang mengkonsumsi dua obat tersebut meninggal karena penyakit jantung sementara hanya 1,2% dari pasien yang mengkonsumsi obat lain mengalami nasib yang sama.

Menurut sebuah berita yang dilansir All Headline News hari Rabu (24/09/08) disebutkan bahwa COPD sendiri masuk dalam empat besar penyebab kematian tertinggi di Amerika Serikat. Bronkhitis adalah salah satu penyakit yang termasuk dalam kategori COPD ini. Sampai saat ini, penyakit paru-paru ini masih belum bisa disembuhkan dan muncul karena banyak sebab termasuk asap rokok.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dari setiap empat puluh orang yang mengkonsumsi salah satu dari dua obat tersebut dalam satu tahun akan ada satu tambahan angka kematian. Sementara penelitian lain yang dilakukan secara terpisah juga menunjukkan bahwa penggunaan salah satu obat tersebut dapat meningkatkan resiko serangan jantung hingga 345. Food and Drugs Administration telah merilis daftar 12 obat yang termasuk kategori berbahaya ini.

Sumber.

Popularity: 5%